.
.
.
.
.
Kulihat buncah sedih yang kau sembunyikan
dalam tawa dan senyum manis yang kau tebarkan
tlah kubaca semua derita
meski kaupun enggan tuk mengakuinya
percuma kau hayati sedih dukalara
hanya kan menambah dirimu ,kian terlena
kukecewa sedalam-dalamnya
baiknya kaudendangkan senandung riang
petiklah gitar kita dan nyanyikan ai ia ia ia
dendangkanlah,semerdu-merdunya.
hentakkan kaki tangan menarilah ai ia ia
menarilah,seindah yang engkau bisa
Nikmati,hari-hari tanpa [...]