Maret 22, 2008...12:25 pm

Soal sesuatu yang bernama senja

Lompat ke Komentar

Srengenge berwarna merah kesumba itu adalah senja.Satu waktu dimana aku selalu menunggu,terus menunggu dan malam menjadi pengakhir dalam penungguanku itu.

Aku,selalu menunggu saat itu.Kala matahari mulai meredupkan warnanya sejenak,menggantinya menjadi warna kesumba.Warna senja.Tapi terkadang,didalam penantian dan perburuan hari-hari senjaku,tidak selalu mulus.Selalu ada saja yang menghalanginnya.Entah itu kerjaan,ajakan teman,dan berbagai rutinitas harian lainnya.

Dalam senja,selalu ada kehangatan.Selalu ada kenangan.Maka wajarlah,bila beberapa seniman selalu tertunduk manja didalam kaki-kaki senja.Selalu merasa berada didalam pelukan sang-Ibu.Dan Alm Chrisye,berhasilkan meng-kandangkan secuil keindahan senja-Nya,didalam salah satu lagu beliau : “Kala surya tenggelam”.

Tentang senja,bagi sebagian orang adalah saat untuk pulang.Bertemu dengan keluarga,teman,terkasih,atau menuju ke rumah.Tempat perisitirahatan.Tempat untuk merebahkan badan,setelah sehari penuh bertempur dengan matahari.

Bicara tentang senja,seorang kawan saya pun,dalam perjalanannya menemukan sebuah warung di pinggiran jogja sana.Warung Senja,nama warungnya.Penjaganya adalah seorang bapak-bapak.Penjaga kamar mayat,di rumah sakit (saya lupa namanya apa).Dan uniknya,warung ini hanya buka ketika senja saja.Artinya,dipagi hari warung tutup.

Senja adalah sebuah pertarungan,pertarungan menerima kenyataan.Bahwa,waktu telah bergeser telah berganti,dari yang tadinya penuh sinar matahari lalu berubah dengan sinar bulan yang meredup-redup,dengan kerlip bintang,temannya.

Senja jugalah,yang menjadi inspirasi nama sebuah kereta.”Senja utama”,sebuah kereta jurusan jakarta-jogja,yang berangkat setiap harinya untuk mengantarkan ber-jumlah-jumlah manusia,tiap harinya ke jogja.Iya,jogja.Jogjakarta,tempat dimana waktu melambat.Tempat dimana setiap hari adalah liburan.Tempat dimana ketika satu,dua,tiga,orang berkumpul di warung angkringan sego kucing lalu mendadak bisa menciptakan sebuah penerbitan buku.Kota tempat,dimana idealis saling beradu.

Dan di kota ini : jakarta,senja terindah terlihat di pusat kota.Disebuah taman,minim dengan fasilitas tong sampah,sehingga ketika kita singgah disana,harus terpaksa sabar berjalan berjauh-jauh kilometer hanya sekedar untuk membuang sampah.

Taman itu,adalah tempat kesukaan saya membunuh waktu.Ditemani sang-senja,dalam pertempurannya berganti dengan sang-malam.Bersama beberapa buku-buku yang belum/tak sempat dibaca.Duduk di bangku taman,melihati beberapa keluarga beserta anak-anaknya,yang tengah bermain layangan di pelataran.Mendengar sorak-sorai,gempita,dari para penjual-penjual kopi jalanan.Mendengar beberapa cerita dari mereka,tentang bagaimana susahnya menjual kopi di taman tersebut –karena mereka harus kucing-kucing’an dengan trantib setempat–sambil menarik hembusan rokok.

Kesemuanya itu adalah indah.

Santana pun,dalam beberapa video klip nya,selalu yang menjadi objek nya adalah senja! seperti pada video klip nya,ketika bekerja sama dengan chad kroeger dalam lagu yang berjudul “Into The Night”.Bob marley pun sempat menjadikan senja sebagai objek background video klip nya.

Dan senja,adalah saksi bisu dari sebuah sejarah negara.Saksi kematian dari 2 tokoh proklamator ,Soekarno-Hatta.Lalu maafkan saya bung,karna tadi sore sempat melupakan kematian kalian berdua.

2 Komentar


Tinggalkan Balasan